Gagalnya bailout $500 juta menandai babak akhir maskapai pionir tarif rendah Amerika Serikat.
FORT LAUDERDALE, Industri penerbangan Amerika Serikat terguncang pada Sabtu (2/5) setelah Spirit Airlines resmi mengumumkan penghentian seluruh operasionalnya. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan negosiasi antara kreditur dan pemerintah terkait paket penyelamatan senilai $500 juta yang diusulkan pemerintahan Trump.
Sejak pagi tadi, seluruh jadwal penerbangan telah dibatalkan, meninggalkan ribuan penumpang terdampar dan mengakhiri sejarah panjang maskapai yang mempopulerkan model bisnis "tanpa embel-embel" ini. Kegagalan ini berakar pada ketidaksepakatan para pemegang obligasi yang lebih memilih likuidasi aset daripada reorganisasi di bawah kendali pemerintah.
Konteks geopolitik memperburuk keadaan. Perang di Teluk yang memblokade Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga bahan bakar pesawat hingga ke titik yang tidak berkelanjutan bagi maskapai dengan margin tipis seperti Spirit. "Kita tidak bisa memberi nafas pada mayat," ujar salah satu perwakilan kreditur. Kini, perhatian beralih ke maskapai besar seperti United yang bersiap mengambil alih slot bandara strategis di Fort Lauderdale dan Newark.
Image by freepik